Khamis, 21 Julai 2011

kaki langit - 87.


secalit warna di lembayung senja
terpampang indah di kaki mu
berseri... menanti hadir kekasih hati
oh...rembulan menjelmalah kau di ufuk sana
para ummah merindui barokah seribu bulan.
ramadhan...
hadirlah kau bersama janji dari Ilahi
di awal mu rahmah
di pertengahan mu maghfirah
di penghujungnya
kau tutup dengan
kebebasan dari azab neraka.
ramadhan...
sinarkan kemilau mu
pada kami yang setia menanti.



b.tan.
01.08.2011.
kemayan.

kaki langit - 86.



dan masa pun berlalu bersama arus mu
menuju muara menuju hari muka
membawa hanyut segala rasa duka di sudut hati
lalu tenggelam dalam tangisan semalam
terdamparlah rindu seorang abid
pada purnama di puncak kasih al-Khaliq...
entah bagaimanakah nanti hidup ini
andai kau benci pada kami
dan menghilang di perut bumi...
seorang abid kan meratap pilu
kerna kasih Ilahi tak tercapai
hanya sesalan sebagai teman
buat menyusur dasar mu yang kontang.
di saat kau masih rela
ku ambil kesempatan ini
meneguk kasih dari Maha Pencipta
dan di tepian ini
ku renung wajah duka mu
bersama rindu yang terbuku
semoga di muka muara di kaki langit
masih ada sinar memberi harapan.


b.tan.
28.07.2011.
kemayan.
11.20am.

kaki langit - 85.



hiruk pikuk di kaki langit
jerit pekik terdengar di dada langit
suara garau suara parau
menghentam ke setiap gegendang
bunyi bising bunyi bingit
melantun ke langit
dan berderai di aspal
mengalir darahnya di lowongan hanyir.
di tengah kekalutan kota ini
masih ada lagi insan yang mencari
di mana jalan pulangnya
di mana kah arah untuk sujud
dan pintu manakah yang bakal terbuka.
di sini
di kaki langit
masih ada yang mengharap
pada sinar warna cerah
buat penyuluh di malam kelam.


b.tan.
26.07.2011.
kemayan.
1.35 pm.

kaki langit - 84.








pada sebuah perjalanan hidup
sering kali perangkap masa
menjerat kita
dan mengheret ke perdu pilu
lalu tewaslah sebuah impian
untuk menggapai bintang di langit
buat hiasan galeri kemegahan.

pada sebuah perjalanan hidup
tetap tabah kaki melangkah
biar jauh nun puncak disana
mengalir darah di seribu luka
seharusnya kita lebih gagah
bukan sekadar tangan menadah
usahlah dibiar rasa bersalah
dan kita pun sekadar berserah kalah.

pada sebuah perjalanan hidup
ada kita yang saling berpaut.


b.tan.
23.7.2011.
seri buntar.
12.38 am.

kaki langit - 83.



betapa kedukaan lalu
tetap menghantui hidup
dan kegagalan memiliki sebuah cinta
bukanlah penamat sebuah riwayat
namun terkadang
gelora datang jua melanda.

tuhan...
dalam sembah sujud ku pada-Mu
ku rintihkan pilu pada dosa lalu
agar di hari mendatang
kau hadirkan sinar
dalam perjalanan di kaki langit
buat menyonsong cinta Mu
yang bertebaran di muka segala.


b.tan.
21.7.2011.
kemayan.
10.40am.

Ahad, 17 Julai 2011

kaki langit - 82.



kenapa masih mendung
yang ku tatap di kaki mu
sedang di fajar menjelang
sang mentari begitu girang
mengatur langkah mengikut tingkah
penuh gemalai alunan tari
sinar memancar penuh seri
dan aku mengharap
tiada hujan di tengahari.

tapi kini ke mana pergi
tingkah langkah telah sepi
dan tari gemalai pun mati
aku mula bertanya
pada diri pada hati
apakah alam mulai jemu
menjadi sahabat
pada mereka yang berhati benci.



b.tan.
17.07.2011.
seri buntar.
11.47 pm.

Khamis, 14 Julai 2011

kaki langit - 81.




di kaki mu
di lorong sepi ini
izin ku tempuhi
buat mencari
sisa-sisa titisan kasih
yang pernah tertumpah
dan mencurah di dada gersang.

di kaki langit ini
masih ada yang ternanti
bilakah kasih-Mu
kan mencurah lagi?


b.tan.
14.07.2011.
seri buntar.
11.55pm.







kaki langit - 80.


belum lewat hadir mu mentari
untuk menyeri di laman ini
dan lemparkan senyummu
pada sekawan merpati
yang masih leka memagut rezeki.
hadirlah kau mentari
berseri lagi
dan padamkan
warna kelam di kaki langit
wajah suram di kamar terjepit.

b.tan.
14.07.2011
seri buntar.
12.50am.